by

DPPKH Kalbar: Harga Cabai di 3 Kabupaten Ini Masih Mahal

Pontianak, HaluanKalbar – Kepala Dinas Pangan Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kalimantan Barat Muhammad Munsif menuturkan ada tiga lagi, yakni Kayong Utara, Ketapang dan Kapuas Hulu. Harga rata-rata cabai rawit merah di tiga kabupaten ini masih cukup mahal, berkisar di atas Rp80 ribu per kilogram

“Untuk mengatasi defisit yang memicu gejolak harga dan inflasi, Badan Ketahanan Pangan melalui Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan membantu melalui skema pemberian subsidi biaya angkutan untuk kelancaran distribusi cabai dari sentra produksinya di Jawa,” katanya Senin (15/6/2020).

Disana, katanya tengah kelebihan produksi kemudian dikirim ke Kalbar yang mengalami defisit dan harganya tinggi serta bergejolak.

Munsif menyatakan terhitung dari dukungan program subsidi angkutan distribusi pangan tercatat hingga saat ini, DPPKH Kalbar telah empat kali mendapatkan dan menikmati fasilitas dukungan subsidi dari kementan pusat.

Baca Juga :  Tekan Harga, DPPKH Kalbar Datangkan 11,5 Ton Cabai Rawit

Munsif menambahkan selama adanya intervensi pasokan pada tahap I dan II harga cabai rawit merah langsung turun menjadi rata-rata Rp44.355 per kilogram. Kemudian setelah pasokan tahap III dan IV di dua minggu awal Juni harga pun turun menjadi rata-rata Rp42.607 rupiah per kilogram.

“Kami berharap harga bisa dikisaran Rp40 ribu – Rp45 ribu diharapkan dan menjadi harga keseimbangan yang ideal di Pontianak dan kabupaten-kota se-Kalbar. Apalagi intervensi pasokan itu dilakukan sejak awal Januari hingga sekarang,” ucapnya.

Sementara harga rata-rata cabai rawit merah se-Kalimantan Barat ketika belum ada pasokan dari luar dikisaran di atas Rp50 ribu per kilogram. Bahkan puncak tertinggi pada Februari 2020 yakni Rp72.860 per kilogram.

Setelah masuk pasokan harga rata-rata Kalbar terkoreksi selama Mei turun menjadi Rp57.411 rupiah per kilogram. Kemudian pada Juni menjadi Rp54.280 rupiah per kilogram. Diakuinya harga itu belum ideal untuk se-Kalbar karena pasokan asal Jawa belum bisa efektif didistribusikan ke kabupaten-kota di provinsi ini.

Baca Juga :  DPPKH Telah Datangkan 32,25 Ton Cabai ke Kalbar

Rizka)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed